“Tradisi PASOLA menggabungkan keahlian menunggang kuda dan
melempar lembing yang diadakan untuk bersyukur atas hasil panen menyambut tahun
baru dalam kepercayaan MARAPU“
PASOLA
sendiri berasal dari kata "sola" atau "hola", yang berarti sejenis
lembing
kayu
yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda
yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah
mendapat imbuhan `pa' (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi PERMAINAN. Jadi pasola atau pahola berarti permainan
ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu
kencang antara dua kelompok yang berlawanan. Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional
yang dilakukan oleh orang Sumba
yang masih menganut agama
asli yang disebut MARAPU (agama lokal masyarakat sumba). Permainan pasola diadakan pada empat wilayah
di kabupaten Sumba Barat. Keempat wilayah tersebut antara lain KODI,
LAMBOYA, WANOKAKA, dan GAURA. Pelaksanaan pasola di keempat wilayah ini
dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap
tahunnya.


